Bank Mandiri Naikkan Bunga KPR Tahun Depan

Pandawa Property Jakarta. PT Bank Mandiri Tbk mulai menaikkan suku bunga kredit konsumsi, khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada tahun depan.

Ignatius Susatyo, Consumer Loan Head Group Bank Mandiri mengatakan, pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) sejauh ini masih mengalami perlambatan, dari sisi pencairan kredit. Namun, hal itu bukan disebabkan oleh kenaikan suku bunga KPR.

Baca Juga :
Dijual Rumah Premier Estate 2 Tipe Ajaccio Jatiwarna Bekasi
PP Properti Luncurkan Tower Extension Apartemen Evenciio
Tips Beli Rumah Over Kredit Agar tidak Merugi
Tips Marketing Properti Yang Disukai Konsumen

“Suku bunganya masih bagus, coba bayangkan BI rate naik terus, suku bunga KPR di Mandiri itu, yang fix itu masih di bawah 7%, Mandiri masih jual 6,88% di fix 3 tahun,” katanya.

Dia menuturkan, peningkatan bunga baru akan dilakukan pada tahun depan. Bunga fix yang ditawarkan perseroan akan dikerek ke kisaran 7% pada tahun depan. “Bunganya juga pasti saya adjust, tahun depan mungkin sekitar 7% lah.”

Meski akan menaikkan suku bunga KPR, perseroan akan mengimbangi kenaikan tersebut dengan kerja sama bersama pengembang agar penyaluran kredit tetap bisa tumbuh. Salah satunya dengan menjalin kerja sama melalui paket penjualan dan diskon harga.

Selain itu, perseroan akan memaksimalkan potensi pasar rumah murah di bawah Rp500 juta.
Menurutnya, pembeli pada segmen tersebut tak rentan terhadap efek tahun politik. Hal itu tidak seperti segmen rumah harga di atas Rp1 miliar.

Segmen pembeli rumah pertama, lanjutnya, saat ini mencapai lebih dari 60% dari komposisi KPR perseroan. Sebaliknya, segmen rumah investasi yang tadinya mencapai 55% kini mulai berkurang menjadi sekitar 35%.

Pergeseran juga terjadi pada golongan debitur. Dia menuturkan, segmen kar­yawan atau pekerja yang tadinya baru mencapai sekitar 50% dari total debitur KPR, akan didorong hingga mencapai kisaran 60% hingga akhir tahun ini dan berlanjut hingga 2019.

Selain menggeser target pasar ke segmen menengah dan bawah, per­seroan juga akan memanfaatkan timing untuk menggenjot penyaluran kredit.

Misalnya, perseroan mengincar penyaluran KPR secara intensif menjelang waktu pembagian bonus, ataupun tunjangan hari raya para pekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *