Ibu Kota Dipindahkan, Bagaimana Bisnis Properti di Jakarta

Pandawa Property. Wacana tentang pemindahan Ibu Kota Indonesia kembali kencang bergulir. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan hal ini pada rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta.

Ibu Kota Dipindahkan

Terdapat tiga alternatif yang ditawarkan Presiden Jokowi.

Pertama, Ibu Kota Indonesia tetap berada di Jakarta, namun daerah di sekitar Istana Negara dan Monas dibuat khusus untuk kantor-kantor pemerintahan, kementerian dan lembaga. Hal ini dimaksudkan agar lebih efisien dalam koordinasi pemerintah.

Baca Juga :
Rumah di Hong Kong Jadi yang Paling Mahal di Dunia
Kriteria Rumah Generasi Millennial di Masa Depan
Retail Promenade Sakura Garden City dan
Sakura Garden City Tipe Garden Loft

Kedua, pusat pemerintahan dipindahkan ke luar Jakarta namun masih dalam radius sekitar 50-70 km dari Jakarta. Dan

Ketiga, memindahkan Ibu Kota Indonesia ke luar Pulau Jawa khususnya di kawasan timur Indonesia.

Dalam rapat tersebut, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Presiden memutuskan untuk memilih alternatif ketiga, yaitu memindahkan Ibu Kota Indonesia ke luar Jawa.

Jika Ibu Kota Indonesia pindah ke luar Pulau Jawa, lalu bagaimana dengan bisnis properti, khususnya di Jakarta dan sekitarnya?

Menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi.co.id, rencana pemindahan Ibu Kota ini justru bisa berdampak positif terhadap bisnis properti di Jakarta.

Alasannya, kata dia, walaupun tidak menjadi ibu kota lagi, Jakarta akan tetap menjadi pusat perekonomian, sehingga aktivitas jual beli properti tidak akan terganggu dengan masalah politik dan pemerintahan.

“Khusus untuk properti kelas atas memang sangat berpengaruh terhadap kondisi politik dan ekonomi, jadi jika ibu kota berpindah maka bisnis jual beli properti untuk segmen atas akan tetap terjaga,” kata Mart dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Mart juga tetap meyakini bahwa kebutuhan hunian di Jakarta akan tetap tinggi, karena kota ini memiliki pasar properti yang sudah terbentuk. Terutama untuk segmen hunian vertikal, lanjut Mart, apalagi yang terkoneksi dengan moda transportasi massal, seperti LRT, busway dan MRT.

Selain Jakarta, Mart menilai dampak positif juga akan dirasakan pada daerah yang dipilih sebagai ibukota baru. Nantinya, kata dia, di lokasi baru tersebut akan dibangun beragam hunian dan infrastruktur baru yang dapat mendorong meningkatnya pasar properti.

“Kebijakan pemindahan ibukota menjadi sangat penting. Namun, sebelum ditentukan, pemerintah tentunya perlu melakukan berbagai kajian mendalam karena selain akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, kesiapan infrastruktur juga akan menjadi salah satu pertimbangan mendasar,” pungkas Mart.

Sekadar catatan, berdasarkan data Lamudi.co.id, saat ini Jakarta menjadi kota paling favorit dicari oleh pencari rumah dengan area pencarian terbanyak berada di kawasan Jakarta Selatan. Rata-rata harga rumah di Jakarta yang paling murah dijual Rp11 juta per meter persegi, sementara termahal bisa mencapai Rp62 juta per meter persegi [pptk]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *