Ibu Kota RI Pindah 2024 Hampir Pasti di Kalimantan

Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) memastikan, pemindahan ibu kota negara RI yang baru ke luar Pulau Jawa dimulai tahun 2024.

Pindah-Ibu-Kota-RI

Hal itu menyusul sudah hampir pastinya Kalimantan menjadi ibu kota negara yang baru menggantikan DKI Jakarta.

Baca Juga :
– Membuat Kolam Taman dengan Air Terjun
– Hary Tanoesoedibjo Beli Rumah Donald Trump Rp 193 Miliar
– Kavling Tanah Bukit Masdar Selawangi Tangjungsari Bogor Jawa Barat
– Desain Taman Cantik di dalam Rumah Minimalis

“Tahun 2024 sudah ada proses pemindahan. Pemindahannya hampir pasti ke Pulau Kalimantan. Tinggal penentuan lokasi,” kata Bambang usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (18/6)

PPN/Bappenas saat ini tengah menunggu keputusan Presiden Joko Widodo mengenai lokasi pasti dari ibu kota baru. Setidaknya ada tiga daerah yang disebut menjadi kandidat ibu kota baru, yakni Bukit Soeharto, Bukit Nyuling, dan Kawasan Segitiga Palangkaraya yang ketiganya berada di Pulau Kalimantan.

“Jadi nanti presiden sendiri yang akan mengumumkan (tahun ini). Justru lokasinya (yang akan diumumkan),” ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, dibutuhkan waktu perencanaan dan pembangunan selama empat tahun setelah diputuskan wacana tersebut berjalan.

“Perkembangan studinya sudah di atas 90 persen. Itu utamanya penentuan lokasi dan perencanaan besarnya dan juga bisnis model yang akan dikembangkan untuk ibu kota baru itu,” ujar Bambang.

Jika dirunut, proses pemindahan ibu kota negara pada tahun 2019 sebagai keputusan, tahun 2020 sebagai proses perencanaan, tahun 2021-2023 proses pembangunan, dan tahun 2024 mulai memindahkan pusat pemerintahan.

Setidaknya ada tiga daerah yang disebut menjadi kandidat ibu kota baru, yakni Bukit Soeharto, Bukit Nyuling, dan Kawasan Segitiga Palangkaraya yang ketiganya berada di Pulau Kalimantan.

Presiden Joko Widodo menilai bahwa kondisi infrastruktur di Kalimantan, khususnya di bagian timur, cocok untuk menjadi calon ibu kota baru Indonesia.

Bahkan, nama Kalimantan Timur sudah muncul dalam studi sekitar 1,5 tahun ini.

Tiga alasan Jokowi melirik Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru ialah infrastruktur yang lengkap, fasilitas umum yang mendukung, serta terpisah dari pusat ekonomi dan bisnis.

Ya, pemerintah memimpikan nanti pusat ekonomi dan bisnis tetap di Jakarta, sementara ibu kota baru nanti hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan.

Sebelumnya, pemindahan ibu kota Indonesia telah didiskusikan sejak kepresidenan Soekarno dan selama masa kolonial Belanda.

Pada tahun 2010 lalu, perdebatan berlanjut tentang pembentukan ibu kota baru yang akan dipisah dari pusat ekonomi dan komersial negara.

Presiden Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung ide untuk membuat pusat politik dan administrasi Indonesia yang baru, karena masalah lingkungan dan overpopulasi Jakarta.

Namun, wacana itu belum terwujud hingga SBY mengakhiri dua periode kepemimpinannya sebagai kepala negara Indonesia.

Pada pemerintahan Presiden RI Joko Widodo, wacana pemindahan ibu kota kembali muncul.

Bahkan Joko Widodo bersama pejabat terkait lainnya meninjau langsung daerah-daerah yang menjadi bakal calon ibu kota Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *