Jenis Investasi Properti Paling Menguntungkan

Pandawa Property. Investasi di bidang properti memang terbilang sangat menggiurkan. Selain penghasilan yang lumayan, investasi di bidang properti yang ini tergolong aman.


Investasi yang satu ini terbilang anti terkena inflasi. Namun, biasanya membutuhkan modal yang tak sedikit. bayangkan betapa mantapnya menjadi juragan kos-kosan. Uang akan mengalir meskipun kita sedang tidur.

Baca Juga:
Keuntungan Tinggal di Rumah Hoek
Kelebihan Tinggal di Rumah Minimalis dan
The Freedom Ship Kota Terapung Pertama di Dunia

Atau memiliki sederet kontrakan yang siap membuat rekeningmu gendut. ketika Anda punya modal bisnis dalam jumlah besar, Anda langsung terpikir untuk investasi di bidang properti dan mewujudkan impian indah tersebut.

Berikut ini jenis-jenis investasi di bidang properti yang paling umum yang bisa dilakukan secara individu. Artinya, Anda tidak harus membuat sebuah perusahaan di bidang properti untuk mengelolanya.

1. Investasi Tanah
Membeli tanah dengan tujuan investasi terbilang mudah, yang terpenting adalah Anda memeriksa dengan teliti legalitas tanah tersebut. Nama pemilik tanah harus sesuai dengan yang tertera pada sertifikat. Pastikan pula ukuran tanah sesuai dengan sertifikat dan pastikan di mana batas-batasnya.

Jika ingin harga tanahmu naik dengan cepat, pilih lokasi yang strategis. Investasi tanah kosong memiliki beberapa keuntungan antara lain biaya perawatan yang minim. Anda bisa mendapatkan untung maksimal jika menjualnya untuk jangka panjang, misalnya lima tahun ke depan.

Kalau Anda menyewakan tanah kosong, umumnya yield-nya tidak terlalu besar yaitu hanya 0,5% – 2% per tahun. Yield maksudnya adalah keuntungan yang Anda peroleh dari nilai sewa per tahun dibandingkan dengan harga properti.

Kekurangan lainnya adalah ketika ukuran tanahmu terlalu luas, akan sulit menjualnya. Kecuali Anda menjual dalam bentuk tanah kavling. Menjual tanah kavling kerap lebih mudah ketimbang menjual tanah yang berukuran sangat luas.

2. Menyewakan rumah
Anda bisa mendapatkan *yield 3% – 5% per tahun atau lebih tinggi dari itu dengan menyewakan rumah. Mengingat rumah adalah kebutuhan pokok, maka tak usah khawatir akan sepinya peminat. Namun, Anda tetap harus memperhatikan baik-baik terkait lokasi.

Jika ingin mendapatkan hasil yang baik, pilihlah lokasi yang strategis misalnya dekat keramaian, perkantoran, atau pabrik atau di kawasan Sunrise Property. Sama dengan tanah, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dengan menjualnya untuk jangka panjang.

Namun, berbeda dengan tanah yang biaya perawatannya minim, investasi rumah memerlukan biaya perawatan lebih besar. Apalagi jika Anda mendapatkan penyewa yang kurang bertanggung jawab. Selektif memilih penyewa jika tidak ingin rugi.

3. Bisnis Sewa Indekos
Kalau Anda tergiur dengan hasil yang lebih tinggi, pilihlah bisnis sewa indekos dibandingkan rumah sewa. Anda berpotensi mengantongi yield di kisaran 5% – 7% per tahun. Keunggulan bisnis indekos adalah Anda juga berpeluang mendulang untung dari usaha tambahan misalnya catering dan laundry. Ingat, pilih lokasi dekat perkantoran atau kampus agar bisnis indekos lebih lancar.

Namun, berbeda dengan bisnis kontrakan, Anda harus lebih teliti dalam hal perawatan dalam bisnis indekos. Dalam kondisi tertentu, Anda bahkan harus membayar orang untuk bertugas khusus membersihkan dan menjaga indekos.
Investasi apartemen dan kondominium

Kebutuhan akan hunian vertikal meningkat seiring dengan semakin terbatasnya lahan. Investasi pada hunian vertikal pun menjanjikan. Investasi apartemen dan kondominium berpotensi menorehkan yield 7% – 12% per tahun

Kekurangannya, memilih apartemen atau kondominium untuk investasi properti harus lebih teliti. Jika salah pilih apartemen atau kondominium maka akan sulit mendapatkan hasil maksimal.

Misalnya lokasi yang kurang strategis, atau harus berurusan dengan pengembang maupun manajemen gedung yang kurang baik.

5. Investasi Ruko dan Kios
Seperti halnya investasi properti jenis lainnya, investasi ruko, kios, dan toko sangat bergantung pada lokasi. Anda akan semakin mudah menemukan penyewa jika lokasinya strategis.

Jika salah pilih lokasi, maka Anda akan terancam sulit mendapatkan penyewa dan juga sulit untuk menjualnya kembali. Yield untuk roko berkisar 6% – 9% per tahun. Sementara investasi kios/toko menjanjikan yield 5% – 10% per tahun.

Keterangan:

*Yield : adalah keuntungan yang dihitung dari nilai sewa per tahun dibandingkan dengan harga properti.
Misalnya, harga properti Rp100 juta sementara harga sewa Rp5 juta per tahun, maka yield properti tersebut 5%. Yield umumnya dijadikan patokan potensi sebuah properti yang disewakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *