Melihat Kecanggihan Fasilitas MRT Jakarta

MRT Jakarta singkatan dari Mass Rapid Transit adalah salah satu pilihan transportasi umum terbaru di kota Jakarta. Transportasi ini dibangun dengan tujuan agar bisa mengurangi tingkat kemacetan secara signifikan di ibukota yang semakin padat ini.

MRT-Jakarta

Bagi warga Jakarta, kamu pasti senang dengan kabar gembira ini. Karena dengan adanya MRT, kamu bisa lebih mudah untuk bepergian ke beberapa titik di Jakarta, dengan lebih cepat tanpa harus mengarungi macet yang panjang.

Baca Juga :
Bedanya MRT dengan LRT?
Sri Mulyani : Pusing Hadapi Pajak Google hingga Facebook
Pemerintah Kejar Pajak Toko Online & Offline
Tipe Rumah Kecil Paling Diminati Pasar

Fakta MRT Jakarta Super Canggih
Pembangunan MRT Jakarta akhirnya sudah hampir selesai. Kalau punya kesibukan sehari-hari di Jakarta yang menuntut mobilitas tinggi, maka keberadaan MRT ini akan sangat menolong.

Lalu apa yang membuat moda transportasi massal yang satu ini bisa diandalkan untuk mengurangi kemacetan Jakarta? Apa saja kecanggihan yang dihadirkannya sehingga bisa menjadi solusi mutakhir? Simak faktanya berikut ini.

1. Waktu Tempuh Super Cepat

MRT-Jakarta-1

Kecanggihan moda transportasi ini yang pertama dan utama adalah kecepatannya dalam menempuh jarak yang jauh. Contohnya untuk rute MRT Jakarta dari Lebak Bulus ke Bundaran HI yang macetnya sangat memusingkan.

Biasanya, waktu tempuh yang diperlukan untuk ke Bundaran HI dari Lebak bulus mencapai hingga satu setengah jam jika menggunakan kendaraan pribadi. Nah, kalau kamu naik MRT, kamu bisa mencapainya hanya dalam waktu setengah jam saja.

Tak hanya cepat, interval waktu kedatangan dan keberangkatan kereta juga cukup singkat. Menurut keterangan dari Presdir MRT, William Sabandar, kereta akan datang setiap 5 menit sekali di jam sibuk, dan 10 menit sekali di jam biasa.

2. Menggunakan Sistem CBTC Tercanggih di Dunia
MRT Jakarta menghadirkan teknologi yang tak kalah canggih dengan transportasi umum yang ada di negara maju lainnya, bahkan termasuk yang tercanggih di dunia saat ini. Teknologi tersebut adalah CBTC atau Communications-based Train Control.

CBTC adalah sistem persinyalan telekomunikasi yang digunakan untuk mengendalikan lalu lintas dan juga infrastruktur. Sistem tersebut memanfaatkan radio komunikasi antara peralatan VOBC (Vehicle On Board Controller) dan perangkat di luar kereta.

Dengan menggunakan sistem tersebut, maka posisi kereta bisa diketahui secara akurat sehingga lalu lintas MRT bisa dikendalikan dengan lebih efisien dan aman.

3. Berjalan Tanpa Masinis
Kecanggihan selanjutnya, MRT Jakarta beroperasi tanpa perlu adanya masinis. Layaknya sebuah drone atau pesawat tanpa awak, kereta MRT juga bisa beroperasi tanpa kehadiran masinis karena sudah menggunakan sistem komputer yang terintegrasi satu dengan lainnya.

Pergerakan kereta MRT ini akan dikendalikan dengan menggunakan sistem OCC (Overhead Contact System). Sistem tersebut juga memanfaatkan teknologi CBTC yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Dengan begitu jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta bisa lebih teratur sehingga kamu bisa lebih nyaman untuk bepergian menggunakan MRT. Jangan khawatir, meskipun tanpa masinis tapi teknologi tersebut tetap menjamin keamanan para penumpang.

4. Stasiun Berstandar Internasional
Untuk memberikan kenyamanan lebih bagi semua penumpang, stasiun MRT Jakarta menghadirkan sejumlah fasilitas yang memiliki standar khusus, bahkan tak kalah keren dengan stasiun di luar negeri.

Beberapa fasilitas yang ada di dalam stasiun antara lain adalah eskalator, lift, ruang pertolongan pertama, ruang menyusui, toilet, PSD (Platform Screen Door), tempat duduk, ruang layanan penumpang, fasilitas bagi penyandang disabilitas, dan masih banyak lainnya.

Selain itu ada juga penampang informasi yang menampilkan peta jalur beserta posisi kereta. Ditambah lagi kamu juga tidak akan kepanasan karena setiap stasiun bawah tanah akan dilengkapi dengan pendingin ruangan, dan sirkulasi udara yang efektif di stasiun layang.

tiket-mrt-jakarta

5. Tersedia 13 Stasiun
Rute MRT yang dijadwalkan akan mulai beroperasi pada bulan Maret 2019 ini membuka jalur pertama antara Lebak Bulus dan Bundaran HI. Pada jalur tersebut tersedia sebanyak 13 stasiun untuk menurunkan penumpang.

Daftar stasiun MRT Jakarta tersebut antara lain adalah:

  1. Stasiun Lebak Bulus
  2. Stasiun Fatmawati
  3. Stasiun Cipete Raya
  4. Stasiun Haji Nawi
  5. Stasiun Blok A
  6. Stasiun Blok M
  7. Stasiun Sisingamangaraja
  8. Stasiun Senayan
  9. Stasiun Istora
  10. Stasiun Bendungan Hilir
  11. Stasiun Setiabudi
  12. Stasiun Dukuh Atas dan
  13. Stasiun Bundaran HI

Mulai dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Sisingamangaraja adalah stasiun layang. Sedangkan Stasiun Senayan hingga Stasiun Bundaran HI adalah stasiun bawah tanah. Semua stasiun menghadirkan kesan berbeda tergantung letaknya.

stasiun-mrt-jakarta-bundaran-hi

6. Bisa Mengangkut Banyak Orang
Sebagai solusi untuk bisa mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta, sudah pasti MRT Jakarta harus bisa mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak.

Untuk itu transportasi ini dirancang agar bisa mengangkut hingga 1.900 orang dalam satu rangkaian kereta.

Kemudian di setiap gerbong tersedia 50 kursi penumpang, dan juga kapasitas gerbong yang bisa mencapai setidaknya 150 penumpang berdiri atau hingga 325 penumpang ketika penuh.

Menurut survey yang dilakukan PT MRT Jakarta, kereta ini bisa mengangkut hingga 130 ribu orang per hari.

7. Beroperasi 20 Jam Sehari
Kamu bisa mengandalkan MRT Jakarta untuk pergi ke beragam titik di Jakarta melalui ketiga belas stasiun yang tersedia tersebut. Selain itu, jam operasional kereta ini juga tersedia selama 20 jam sehari.

Kereta MRT Beroperasi mulai dari jam 5 pagi, dan rangkaian terakhir akan berakhir pada jam 12 malam. Jadi kamu tak perlu khawatir kalau lembur di kantor karena kereta ini tetap siap mengantar kamu pulang ke rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *