Mengenal Homogeneous Tile (HT)

Sebenarnya Material ini sudah lama ada di pasaran, tapi tidak ada salahnya kalau kita mengenal kembali produk penutup lantai yang satu ini.

Homogeneous-Tile-(HT)
Seperti dalam dunia bidang teknologi, Desain Interior dan material-material pendukungnya pun terus berkembang dan berinovasi mengikuti tren serta kemajuan teknologi terbaru.

Baca Juga :
– 14 Desain Interior Ruang Tamu Mewah
– 7 Denah Rumah Minimalis 2 Kamar
– Tips Membuat Desain Taman Minimalis
– 12 Desain Taman Depan Rumah Cantik dan Asri

Sebelumnya, banyak orang menggunakan ubin keramik sebagai penutup lantai. Ini dikarenakan ubin keramik lebih mudah ditemui dan harganya terbilang lebih terjangkau.

Seiring berkembangnya teknologi dan inspirasi desain, tuntutan yang berasal dari para arsitek, desainer interior, bahkan orang awam sekalipun, muncul-lah penutup lantai yang bernama Homogeneous Tile (HT).

Berbeda dengan ubin keramik yang memiliki dua lapisan, tanah liat dan glasur, ubin Homogeneous Tile (HT) ini hanya memiliki satu lapisan yang sama dari bagian atas hingga bawahnya atau homogen sehingga disebut homogeneous tile. Bagi sebagian orang, jenis Homogeneous Tile (HT) ini memang masih terdengar asing.

Padahal ini sebenarnya adalah nama lain dari ubin granit. HT memang dibuat sebagai tiruan granit alam. Inilah yang membuat HT tidak memiliki motif sebanyak ubin keramik. Tapi belakangan, perkembangan teknologi membuat penutup lantai ini juga hadir dengan beragam motif.

Homogeneous-Tile-(HT)-1

Daya Serap Air Homogeneous Tile (HT) Sangat Kecil
Sebagai penutup lantai, HT lebih kuat dibanding keramik. Hal ini disebabkan oleh bahan pembuatnya yang lebih banyak menggunakan hard material, seperti silica dan feldspar. HT memiliki kekuatan tekan di atas 450kg/cm2, sementara keramik hanya 300kg/cm2.

Perbedaan lain yang mendasar dari ubin keramik dan homogeneous tile adalah daya serap air keduanya. Saat akan memasang ubin keramik, tukang biasanya merendam keramik terlebih dahulu untuk menghindari keramik terlepas atau popping.

Cara ini tidaklah berlaku jika Anda menggunakan material Homogeneous Tile atau HT. HT memiliki daya serap air yang sangat kecil, yaitu di bawah 0,5% saja karena melalui proses pembakaran hingga suhu 1230oC. Sementara, keramik di atas 10%.

Tak mengherankan jika HT sangat kuat dan tahan akan goresan. Daya serap air yang lebih kecil inilah yang membuat HT diklaim lebih mudah perawatannya karena noda tidak mudah menempel.

Homogeneous Tile (HT) Polished dan Unpolished
Dari proses produksinya, Homogeneous Tile (HT) sendiri dapat dibedakan atas dua tipe, yaitu polished dan unpolished.

Polished atau kilap akan melalui proses polishing dengan menggunakan batu abrasive sehingga menghasilkan kilap yang sempurna. Sedangkan untuk produk unpolished tidak melalui proses poles, hanya dilapisi dengan lapisan glazur.

Adanya perbedaan tekstur, umumnya produk unpolished digunakan untuk area luar karena permukaannya yang tidak licin. Karena kualitas HT diyakini lebih baik dibanding keramik, harganya pun jauh lebih mahal. Misalnya produk HT keluaran Granito yang berkisar antara Rp200.000 sampai Rp300.000/ boks (isi 3 lembar).

Material mana yang harus Anda pilih sangat tergantung keinginan Anda. Jika Anda menginginkan motif yang beragam, keramik jelas lebih unggul. Namun jika ingin kekuatan namun harganya lebih mahal, HT adalah pilihan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *