Perbedaan Antara Notaris dan PPAT

Pandawa Property. Apasih Perbedaan Notaris dan PPAT? Bagi orang awam kedua profesi ini dianggap memiliki tugas dan fungsi serupa. Padahal, Notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) sangat berbeda, begitupun dengan kewenangannya.

Perbedaan Notaris dan PPAT
Mungkin Anda sering melihat nama notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dalam satu plang yang sama. Ya, memang banyak ditemui notaris yang juga berprofesi sebagai PPAT. Untuk Rangkap jabatan profesi memang diperbolehkan oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Jadi, apakah perbedaan Notaris dan PPAT? Secara garis besar, notaris merupakan pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik dan kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini (Pasal 1 angka 1 UUJN).

Baca Juga :
BI Tetapkan Bank yang Berikan KPR Tanpa DP
Tips Jitu Cara Jual Rumah Agar Cepat Laku dan
BI Izinkan Kredit Rumah Pertama Bisa Tanpa DP

Sedangkan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) adalah pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta-akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (Pasal 1 angka 1 PP 37/1998).

Seorang notaris boleh menjalankan profesinya setelah diangkat oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, sementara PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) diangkat langsung oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN)

Urusan yang Ditangani Notaris dan PPAT Jauh Berbeda

Wewenang notaris :
Berikut ini adalah wewenang notaris:

    • Mengesahkan tanda tangan dan menetapkan kepastian tanggal surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus (legalisasi)
    • Membukukan surat-surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus (waarmerking)
    • Membuat akta otentik tentang perjanjian ataupun ketetapan
    • Melakukan pengesahan kecocokan fotokopi dengan surat aslinya
    • Memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta
      Membuat akta jual beli dan sertifikat tanah
    • Wewenang PPAT

Sementara wewenang yang dapat dilakukan PPAT meliputi urusan pertanahan mulai dari:

  • Jual beli
  • Tukar menukar
  • Hibah
  • Pemasukan ke dalam perusahaan (inbreng)
  • Pembagian hak bersama
  • Pemberian Hak Guna Bangunan/Hak Pakai atas Tanah Hak Milik
  • Pemberian Hak Tanggungan
  • Pemberian Kuasa membebankan Hak Tanggungan.

Kewenangan Wilayah Kerja
Jadi jika Anda memiliki tanah dan bangunan yang akan disewa atau dijual kepada orang lain, maka Anda bisa mengurus surat-surat dan akta perjanjian melalui kantor notaris yang berada di sekitar tempat tinggal. Anda tidak perlu mendatangi kantor notaris terdekat sesuai dengan area properti tersebut.

Semisaljika, Anda ingin menjual rumah di Bandung kepada pembeli/penyewa yang menetap di Jakarta, maka untuk penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) nya, Anda dan pembeli/penyewa tidak perlu mengunjungi kantor notaris yang berada di Bandung, cukup di wilayah Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *