Perhatikan Ini Sebelum Tertipu Perumahan Bodong

Pandawa Property. Keluhan masyarakat sebagai konsumen terhadap transaksi perumahan menjadi yang paling banyak dikeluhkan ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN). Keluhan ini besarnya mencapai 348 kasus selama 2018.

tertipu-rumah-bodong
Masyarakat hingga kini masih banyak yang terjebak dengan rumah bodong, alias rumah tanpa sertifikat. Maka dari itu, Wakil Ketua BPKN, Rolas Sitinjak mengimbau agar masyarakat sebagai konsumen lebih hati-hati dan selektif dalam memilih kredit perumahan.

Baca Juga :
Program Sejuta Rumah Jokowi Capai Target
Beli Rumah Subsidi Bisa Lewat Online
Tips Meraup Keuntungan Investasi Kondotel
25 Bank Akan Salurkan KPR-FLPP Tahun 2019

“Imbauan BPKN ke masyarakat agar semakin bijak dalam memilih kredit perumahan jangan terburu-buru tergiur harga murah. Masyarakat harus lakukan pengecekan dan selektif memilihnya,” kata Rolas di Gedung BPKN, Senin (17/12/2018).

Menurut Rolas untuk mengecek apakah rumah yang ditawarkan penyedia kredit benar adanya. Masyarakat bisa mengeceknya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

“Datangi BPN pasti disana ada jelas datanya bisa dicek. Karena kita harus tau bagaimana sertifikatnya, lokasi, dan lainnya, datang aja ke BPN setempat,” kata Rolas.

Total BPKN sendiri telah menerima dan memproses sebanyak 401 keluhan konsumen sejak Januari. 348 diantaranya adalah kasus keluhan transaksi kredit perumahan bodong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *