Pilihan Investasi Properti Sebelum Pensiun

Pandawa Property. Setelah pensiun bagi mereka yang mempunyai kelebihan dana, pada umumnya mulai berinvestasi properti karena diyakini lebih aman dan nilai aset tersebut meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

Investasi dapat dimulai dengan membeli sebidang lahan atau rumah yang sudah tidak bagus, kita perbaiki kemudian disewakan sebelum nantinya dijual dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga :
Tips Gaji UMR Bisa Beli Rumah
Ini Yang Membuat Generasi Milenial Ingin Punya Rumah
Program Sejuta Rumah Tahun Ini Bisa Capai 1,1 Juta Unit

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi mereka yang ingin menginvestasikan uang pensiunnya diivestasikan pada sektor properti, antara lain:

1. Properti yang dapat memberikan Passive Income, Jika setelah pensiun kita membeli dan menjual properti dalam waktu singkat menjadi cukup berisiko jika diri kita tidak lagi bankable dan peraturan Loan To Value Bank Indonesia yang lebih ketat baik untuk pembayaran uang muka maupun kepemilikan rumah kedua dan ketiga.

Oleh karena itu, pilihan properti yang memberikan imbal hasil yang konsisten ini bervariasi dari mulai dari menyewakan tanah pertanian untuk digarap atau jika terletak pada lokasi yang bagus, maka dapat ditawarkan dengan sistem bagi hasil dengan kontraktor atau developer yang membangun properti tersebut.

Membeli Apartemen atau Ruko kemudian disewakan kepada individu atau perusahaan juga menarik, namun perlu dilengkapi dengan perjanjian tertulis yang mengikat hak dan kewajiban masing – masing pihak, sehingga nilai property kita terlindungi dalam jangka panjang. Simak juga : Pandawa Property Jasa Desain, Bangun dan Renovasi Rumah

Nilai sewa Apartemen lebih cepat meningkat dibandingkan rumah, hal ini dikarenakan faktor lokasi yang terletak di pusat kota sehingga lebih menunjang kegiatan penyewanya (single atau pasangan baru) dibandingkan rumah yang lebih cocok untuk bagi mereka yang berkeluarga atau bekerja di dekat lokasi perumahan tersebut.

2. Tingkat imbal hasil properti yang diharapkan, pada umumnya untuk properti yang disewakan berkisar antara 3% hingga 5% per tahun dari nilai properti tersebut. Imbal hasil ini akan meningkat jika properti tersebut terletak pada kawasan komersial terpadu (CBD) sehingga permintaan akan sewa area akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Sehingga tingkat pengembalian modal (payback period) untuk properti sewa berkisar antara 20-30 tahun, sedangkan untuk unit Apartemen dan unit komersial berkisar antara 8-15 tahun.

3. Strategi diversifikasi properti, baik dari sisi lokasi maupun tipe properti yang akan kita kelola sendiri atau berkolaborasi bersama rekan kita atau pihak lain yang profesional untuk mengelola portofolio properti yang kita investasikan.

Diversifikasi bermanfaat untuk mengurangi terjadinya resiko pasar, apabila kondisi ekonomi menjadi kurang baik. Diversifikasi dapat dilakukan baik dalam hal lokasi (dari pemukiman, industri hingga ke pariwisata) maupun tipe properti akan dimiliki sesuai dengan kondisi keuangan yang ada (dari ruko, unit komersial hingga condotel).

4. Asuransi Properti, properti yang baru dibeli layak untuk diikutkan dalam asuransi yang besarnya kurang dari 1% dari nilai properti anda. Hal ini dapat mempertahankan nilai investasi dalam jangka panjang anda selama disewakan atau dipergunakan sendiri secara komersial.

Dalam jangka panjang, ada baiknya kita memilih daerah/lokasi yang kita pahami dan yakin akan perkembangan ekonomi daerah tersebut di masa mendatang. Mungkin bisa dimulai dari tanah kelahiran kita atau tempat dimana kita bersekolah atau tempat orang tua kita dilahirkan, sehingga nilai investasi dari properti yang kita investasikan akan meningkat secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *