Properti Jakarta Timur, Bergerak Massif di Jalur Infrastruktur

Massifnya pembangunan infrastruktur mendorong Properti Jakarta Timur bergerak dengan cepat. Kawasan yang disebut sebagai golden gate pergerakan masyarakat yang tinggal di wilayah Bekasi, Depok, Bogor, bahkan Bandung kian sempurna lantaran Cawang berkembang sebagai hub transportasi massal.

Properti Jakarta Timur

Beberapa wilayah di DKI Jakarta terus diperkuat dengan pembangunan infrastruktur. Keberadaan infrastruktur akan berperan besar dalam menciptakan pusat pertumbuhan properti baru.

Baca Juga :
5 Tips Agar Pagar Rumah Tetap Cantik dan Awet
– 15 Desain Pagar Rumah Minimalis
– Burj Khalifa (Burj Dubai) Gedung Tertinggi di Dunia
– Rumah dari Pipa Beton Unik Tetap Fungsional

Keberadaan infrastruktur sudah pasti akan membuat kawasan yang semula terkendala dari sisi aksesibilitas menjadi terbuka dan berkembang lebih maju, baik sebagai kawasan pemukiman maupun kawasan bisnis.

Hal ini sudah dilihat nyata, seperti di sekitar infrastruktur jalan tol, terutama di sekitar akses pintu masuk ataupun keluar. Demikian halnya pengembangan infrastruktur berbasis transportasi massal, seperti Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) hingga KRL Commuter Line.

Sakura-Garden-City

Proyek-proyek properti anyar sudah bermunculan bahkan jauh sebelum infrastruktur tersebut mulai dibangun. Kini, disaat satu per satu infrastruktur tersebut mulai dioperasikan, properti pun tumbuh kian subur dengan harga yang sudah naik signifikan.

Jakarta sebagai barometer pusat bisnis dan perekonomian Indonesia tetap menjanjikan bagi sektor properti. Selain pergerakan ke barat dan selatan ke arah TB Simatupang, pergerakan di koridor timur menunjukkan potensi yang menjanjikan.

Tentunya, masing-masing wilayah di DKI Jakarta menampilkan karakteristik pasar yang berbeda. Seperti misalnya di Jakarta Timur yang masih menyimpan lahan yang lebih luas untuk pengembangan properti, baik landed house maupun apartemen.

Harus diakui, pertumbuhan properti di wilayah Jakarta Timur memang tidak secepat wilayah lainnya, seperti di Jakarta bagian barat. Lambatnya pengembangan infrastruktur menjadi salah satu faktornya. Namun siapa sangka, dalam lima tahun terakhir ini, properti di Jakarta Timur berkembang dengan sangat cepat.

Banyak perusahaan pengembang properti, termasuk pengembang-pengembang kelas wahid telah dan akan mulai membangun proyeknya. Besarnya potensi di Jakarta Timur juga didukung dengan massifnya pengembangan infrastruktur, seperti jalan tol, LRT Jakarta juga LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).

LRT City oleh Adhi Karya di Ciracas

Keuntungan lainnya, harga tanah yang relatif masih lebih rendah dibandingkan dengan wilayah Jakarta lainnya memberikan peluang bertumbuhnya pasar lebih tinggi.

Data temuan Indonesia Property Watch menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan harga tanah perumahan di Jakarta Timur menempati urutan tertinggi sebesar 5,19% per tahun. Menyusul di bawahnya yakni, Jakarta Barat sebesar 4,77%, Jakarta Pusat 4,54%, Jakarta Selatan 4,5%, dan Jakarta Utara terendah 3,79%.

Data yang sama dirilis oleh portal properti Lamudi belum lama ini. Data tersebut menunjukan bahwa pencarian properti di Jakarta didominasi oleh kawasan di Jakarta Timur, seperti di Pulogebang, Cipayung, Cibubur, dan Ciracas.

Selain itu, masih belum terkoneksinya ruas-ruas tol di koridor timur membuat banyak potensi pasar properti yang belum muncul di Jakarta Timur. Namun dengan terhubungnya Tol Cakung ke Cilincing-Tanjung Priok akan memberikan potensi yang luar biasa bagi pertumbuhan pasar properti di wilayah sekitarnya.

Apalagi, Jakarta Timur juga merupakan pintu masuk (golden gate) pergerakan masyarakat yang tinggal di wilayah Bekasi, Depok, Bogor, bahkan Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *