Rumah DP 0% untuk PNS hingga Polri

Pandawa Property. Pemerintah mematangkan skema pembiayaan untuk sekali lagi memberikan fasiltas rumah murah bagi untuk aparatur sipil negara (ASN), serta anggota TNI dan Polri.


Kepala Badan Perencanaan Dan Pembangunan Nasional (Bapenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini sudah dilakukan pilot project di beberapa kementerian dengan melibatkan bank BUMN untuk kepemilikan rumah skema DP 0%, dilansir dari cnbc.

Baca Juga :
Cara Aman Membeli Rumah Tanpa Masalah
Apartemen Cimanggis City Masuki Pembangunan Struktur Atas Tower Pertama
Beleid Panel Surya Dinilai Kurang Menarik
Generasi Milenial Butuh Intervensi Agar Miliki Rumah

“Kita melihat data kementerian PUPR, hampir 1,930 juta ASN, TNI dan Polri yang belum memiliki rumah pribadi, sekarang tinggal di rumah dinas atau sewa,” ujar Bambang di Istana Negara, Rabu (7/11/2018).

Bambang mengatakan rumah murah yang disediakan adalah rumah susun sederhana milik (rusunami) dengan skema autodebit gaji pegawai. Nantinya, skema pembiayaan DP 0% ini akan berlaku untuk semua PNS, TNI dan Polri dengan memberikan perhatian khusus pada mereka yang belum punya rumah sama sekali.

“Sudah diajukan skema khusus DP 0%, dan pembayaran cicilannya masa pinjamannya juga bisa sampai usia pensiun maksimum 75 tahun dengan catatan waktu pertama kali mengajukan pinjaman usia maksimum 53 atau 55 tahun,” ujar Bambang.

Bambang menyebut, persoalan lokasi juga menjadi bahasan karena terkait harga tanah yang menjadi bahan baku pembangunan hunian.

“Terutama kita akan fokus di daerah perkotaan, karena kita bicara tapi ASN, TNI, polri di seluruh Indonesia, bukan hanya di Jakarta,” papar Bambang.

“Jadi tentunya akan fokus pada lahan yang maish bisa dipakai untuk perumahan rusun tadi dengan catatan lokasi dari lahan tersebut tidak jauh dari pusat kota, atau alternatifnya lokasi rusun tersebut dekat dengan fasilitas transportasi umum, misal kalau di sini ada KRL atau LRT.”

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menyebut skema tersebut masih akan dibahas dalam beberapa rapat lanjutan. Ia mengatakan ada kemungkinan penggunaan APBN.

“Masih akan dibahas, sekarang belum ada keputusan. Masih panjang, nanti akan dipimpin Pak Wapres.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *